musik

Selasa, 04 Oktober 2016

Psikologi Manajemen

PSIKOLOGI MANAJEMEN



Image result for logo gunadarma



Nama Anggota Kelompok:
Bella Apriana (12514101)
Kelvin Rino P (15514805)
Marlinda Diah N (16514418)
Nadia Ulfha(17514743)
Polina Arienday (18514456)
3 PA 19

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016











KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah  ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
    
    Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca serta dapat menjadi sumber referensi bagi pembaca.
    
                                                                                     
Bekasi, September  2016

Penyusun         
    
             





                                                                        
  

        
A.   PENDAHULUAN

Dalam menjalani karirnya sebagai HRD di PT. Ruyung Karya Mandiri, Pak Aswani menyampaikan bahwa banyak masalah yang ia hadapi terkait dengan hubungan  dengan kepegawaian diantaranya banyak karyawan yang pindah kerja, dan pakAsmawi terkadang merasa sangat kewalahan dengan memperkerjakan karyawan baru.
 Karyawan baru tersebut harus mulai mempelajari segala sesuatu dari awal dan menurut beliau ini bisa menjadi masalah besar ketika perusahan ini sedang mendapatkan permintaan pengiriman tenaga kerja. Selanjutnya, permasalahan yang umum terjadi adalah upah atau gaji yang sering kali di nilai terlalu rendah.
 Dan yang terakhiri ialah konflik yang sering terjadi antara expatriat atau staff asing yang di tempatkan oleh perusahan yang menjalin kerja sama dengan PT. Ruyung Karya Mandiri dengan karyawan setempat. Beberapa karyawan mengaku bahwa terkadang perbedaan budaya yang sering kali mengakibatkan munculnya kesalahpahaman.
Pada contoh kasus di tahun 2007, PT.Ruyung Karya Mandiri menjalin kerjasama dengan salah satu hotel di Dubai dalam mencari waitres serta room cleaning service untuk hotel tersebut. Sekitar 3 orang delegasi dari Dubai pun ditugaskan ke Jakarta untuk menyeleksi calon kandidat, karena perbedaan budaya dimana orang Dubai berbicara memang dengan nada keras dan lantang beberapa karyawan merasa bahwa mereka diperlakukan tidak baik. Padahal orang Dubai tidak bermaksud demikian, hal tersebut karena kebiasaan menggunakan intonasi yang tinggi.
Pada kasus diatas banyak terjadi permasalan yang dihadapi, dimana pak aswani belum mengerti bagaimana mengatur organisasi, komunikasi dengan yang lain pun belum terjalin dengan baik. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang masalah psikologi manajamen, organisasi, komunikasi, dimensi-dimensi komunikasi, wewenang, pengaruh, dan sebagainya.



B.   TEORI

1.     Psikologi Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Ada 4 fungsi utama dalam manajemen antara lain perencanaan, pengoraganisasian, pengarahan, pengawasan.
Psikologi Manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.  Ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan atau organisasi.

2.     Organisasi
Psikologi manajemen dibutuhkan dalam berorganisasi. Apa itu organisasi? Menurut Dimock (1960:129) Organisasi adalah suatu cara yang sistematis untuk memadukan bagian-bagian yang saling tergantung menjadi suatu kesatuan yang utuh dimana kemenangan, koordinasi, dan pengawasan dilatih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Organisasi (industri) dapat kita pandang sebagai suatu system yang terbuka.
Kast & Rosenzweig (1974) mengartikan system sebagai “suatu kesatuan keseluruhan yang terorganisasi, yang terdiri dari dua atau lebih bagian, komponen atau subsistem, yang saling tergantung, yang dipisahkan dari suprasistem sebagai lingkungannya oleh batas-batas yang dapat ditemukenali”.
Orrganisasi (industry) sebagai suatu system terdiri dari subsistem, yaitu satuan kerja yang besar seperti divisi atau urusan. Satuan kerja yang besar ini terdiri dari satuan-satuan kerja yang lebih kecil (sub-sistem), seperti bagian. Setiap bagian terdiri dari satuan kerja yang lebih kecil lagi, misalnya seksi. Demikian seterusnya sampai ke satuan kerja yang kita tetapkan sebagai yang terkecil, yaitu tenaga kerja.
Untuk mencapai tujuan dalam berorganisasi dibutuhkannya komunikasi yang baik agar memudahkan jalannya organisasi.

3.     Definisi komunikasi
Menurut Laswell, komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.
Menurut Carl I. Hovland, Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain
Shannon dan Weaver (1949), berpendapat bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.
Wiseman dan Barker mengemukakan bahwa model komunikasi memiliki 3 fungsi, sebagai berikut:
1)      Menggambarkan proses komunikasi;
2)      Menunjukan hubungan visual
3)      Membantu menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi.
Sementara Deutsch mengatakan bahwa model komunikasi mempunyai empat fungsi, sebagai berikut :
1)      Fungsi pengorganisasian. Model membantu mengorganisasikan unsur-unsur secara sistematis, sehingga kita memperoleh gambaran secara holistic
2)      Fungsi penjelasan. Model membantu menjelaskan penyajian informasi secara sederhana
3)      Fungsi heraustik. Model memberikan gambaran mengenai unsur-unsur pokok dari suatu proses atau system
4)      Fungsi prediksi. Model dapat memperkirakan hasil atau akibat yang dicapai (Sendjaja, 1999)

4.     Dimensi-dimensi komunikasi
Komunikasi memiliki beberapa dimensi yaitu:
1)       Dimensi Isi
Dimensi isi disandi secara verbal dan menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan.
2)      Dimensi Hubungan
Dimensi hubungan disandi secara nonverbal dan menunjukkan bagaimana cara menunjukkan dan mengisyarakatkan bagaimana proses komunikasi antara satu sama lain dan bagaimana seharusnya pesan tersebut disampaikan. Dalam komunikasi massa dimensi hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Contoh: pengaruh artikel dalam surat kabar bukan bergantung pada isinya, namun bergantung juga pada siapa penulisnya, jenis huruf yang digunakan, warna tulisan yang dipakai, dll.
3)      Dimensi Arah
Komunikasi dalam konteks ini dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah merupakan satu orang memberikan informasi  kepada orang lainnya tanpa ada timbal balik, sedangkan komunikasi dua arah merupakan komunikasi dimana satu orang memberikan informasi ke orang lain, dan orang lain juga memberikan informasi, sehingga terjadi pertukaran informasi diantara keduanya.
5.     Pengaruh
Pada saat kita berkomunikasi dengan orang lain, secara tidak langsung kita dapat mempengaruhi orang lain dalam segala hal. Misalnya saat kita memberikan saran kepada teman kita tentang masalah yang ia hadapi, kmungkinan ia akan terpengaruh dengan saran yang kita berikan.
WJS. Poerwardaminta berpendapat bahwa, pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari suatu, baik orang maupun benda dan sebagainya yang berkuasa atau yang bekekuatan dan berpengaruh terhadap orang lain ( Poerwardaminta: 731)

6.     Kunci-kunci perubahan perilaku
Menurut WHO, yang dikutip oleh Notoatmodjo (1993), perubahan perilaku dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu : 
1)      Perubahan alamiah (natural change), ialah perubahan yang dikarenakan perubahan pada lingkungan fisik, sosial, budaya ataupun ekonomi dimana dia hidup dan beraktifitas. 
2)      Perubahan terencana (planned change), ialah perubahan ini terjadi, karena memang direncanakan sendiri oleh subjek. 
3)      Perubahan dari hal kesediaannya untuk berubah (readiness to change), ialah perubahan yang terjadi apabila terdapat suatu inovasi atau program-program baru, maka yang terjadi adalah sebagian orang cepat mengalami perubahan perilaku dan sebagian lagi lamban. Hal ini disebabkan setiap orang mempunyai kesediaan untuk berubah yang berbeda-beda.
Tim ahli WHO (1984), menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku ada empat alasan pokok, yaitu : 
1)      Pemikiran dan perasaan Bentuk pemikiran dan perasaan ini adalah pengetahuan, kepercayaan, sikap dan lain-lain. 
2)      Orang penting sebagai referensi Apabila seseorang itu penting bagi kita, maka apapun yang ia katakan dan lakukan cendrung untuk kita contoh. Orang inilah yang dianggap kelompok referensi, seperti : guru, kepala suku dan lain-lain. 
3)      Sumber-sumber daya Yang termasuk adalah fasilitas-fasilitas misalnya : waktu, uang, tenaga kerja, keterampilan dan pelayanan. Pengaruh sumber daya terhadap perilaku dapat bersifat positif maupun negatif. 
4)      Kebudayaan Perilaku normal, kebiasaan, nilai-nilai dan pengadaan sumber daya di dalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup yang disebut kebudayaan. Perilaku yang normal adalah salah satu aspek dari kebudayaan dan selanjutnya kebudayaan mempunyai pengaruh yang dalam terhadap perilaku. Dari uraian tersebut diatas dapat dilihat bahwa, alasan seseorang berperilaku. Oleh sebab itu, perilaku yang sama diantara beberapa orang dapat berbeda-beda penyebab atau latar belakangnya.

7.     Bagaimana memperngaruhi orang lain
Dalam mempengaruhi orang lain kita harus memiliki beberapa cara yakni:
1)      Jangan mengkritik
2)      Jangan mempermalukan orang lain
3)      Jangan reaktif
4)      Gunakan kalimat positif
5)      Tertarik terhadap orang lain
6)      Ikuti arah pembicara orang lain
7)      Biarkan orang lain menunjukan kebolehannya
8)      Berikan lebih daripada yang diharapkan
9)      Percaya pada orang lain
10)   Menyesuaikan cara berpikir dengan lawan bicara anda
11)   Mintalah pendapat  sebagai gant perintah langsung
12)   Gunakan kata-kata lawan bicara
13)   Mulailah dengan cara yang ramah
14)   Jaga kata-kata dan cara mengucapkannya
15)   Mulailah dengan penghargaan dan pujian yang jujur
8.     Wewenang
Jika kita sudah dapat mempengaruhi orang lain, kemungkinan kita dapat memiliki wewenang atau kekuasaan dalam berorganisasi. Wewenang adalah hak yang dimiliki seseorang atau badan hukum yang dimana dengan hak tersebut seseorang atau badan hukum dapat memerintah atau menyuruh untuk berbuat sesuatu.
Ada dua pandangan yang menjelaskan wewenang formal (resmi):
1)      Pandangan klasik (classical view) Wewenang datang dari tingkat paling atas, kemudian secara bertahap diturunkan ke tingkat yang lebih bawah
2)      Pandangan penerimaan (acceptance view) Sudut pandang wewenang adalah penerima perintah, bukannya pemberi perintah. Pandangan ini dimulai dengan pengamatan bahwa tidak semua perintah dipatuhi oleh penerima perintah. Penerima perintah akan menentukan apakah akan menerima perintah atau tidak.
Menurut Chester I. Bernard seseorang akan memenuhi perintah apabila dipenuhi empat kondisi berikut:
-        Dia dapat memahami komunikasi
-        Dia percaya bahwa perintah tersebut tidak bertentangan dengan tujuan organisasi
-        Perintah tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan secara keseluruhan, dan
-        Secara fisik dan mental mampu menjalankan perintah tersebut.

Wewenang Lini, Staff dan Fungsional
-          Wewenang Lini
Dimiliki oleh manajer lini yang mengambil keputusan untuk mencapai tujuan organisasi secara langsung. Dalam bagan organisasi, wewenang lini digambarkan oleh garis yang menghubungkan manajemen puncak sampai ke manajemen tingkat bawah.
-          Wewenang Staff Dilakukan oleh orang atau kelompok orang yang memberikan jasa atau nasehat kepada manajer lini. Staff ahli biasannya merupakan istilah yang menggambarkan posisi tersebut. Staff ahli memberikan nasehat berdasarkan keahlian, pengalamana, atau riset dan analisis yang diperlukan, termasuk bantuan pelaksanaan kebijakan, monitor, dan pengendalian.
-           Wewenang Fungsional Kadang organisasi mempunyai manajer atau departemen yang mempunyai wewenang fungsional.

C.   KESIMPULAN
Psikologi Manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Dimana psikologi manajemen sangat dibutuhkan dalam organisasi, karena dalam berorganisasi kita harus dapat mengatur pekerjaan kita. Selain itu komunikasi juga sangat dibutuhkan dalam berorganisasi untuk berinteraksi dengan yang lainnya, komunikasi juga membuat kita dapat memiliki hubungan yang baik dengan sesama. Lalu dalam berorganisasi kita harus tahu cara memengaruhi orang lain. Jika kita sudah mengetahui cara yang tepat, bisa saja kita memiliki wewenang dalam organisasi tersebut.
Jadi, Psikologi manajemen sangat penting dalam komunikasi organisasi yang dapat memberi pengaruh perubahan perilaku orang lain untuk mendapatkan  suatu wewenang dalam sebuah organisasi
            Daftar Pustaka
Munandar, Ashar Sunyoto. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta. Universitas Indonesia

Nasikun. (1993). Sistem Sosial Indonesia, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Robbias, S.P & Judge, T.A. (2008). Perilaku Organisasi 2 (edisi 12). Salemba Empat:
Jakarta

Sarwono, S.W. (2005). Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka

Suprapto, Tommy. 2006. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta : Media Presindo

Ulfha, Nadia. 2016. Psikologi Manajemen. http://nadiaulfha25.blogspot.co.id/2016/09/psikologi-manajemen-tugas-1.html, diakses pada 30 september 2016



Minggu, 02 Oktober 2016

Komunikasi Satu Arah Dan Dua Arah, Peran Komunikasi Dalam Manajemen Organisasi (Tugas 2)




Pendahuluan

Setiap orang pasti pernah melakukan komunikasi. Seperti yang kita ketahui dikehidupan sehari-hari, sejak bangun tidur hingga berangkat tidur lagi tidak lepas dari yang namanya komunikasi, baik komunikasi yang dilakukan secara langsung atau tidak langsung maupun verbal atau non-verbal. Komunikasi biasanya sering dilakukan secara langsung yaitu dengan interaksi bertatap muka tapi  dizaman sekarang tidak menutup kemungkinan untuk berkonumikasi menggunakan tulisan dengan media elektronik seperti email.
Manusia adalah makhluk sosial yang selalu bergantung pada manusia lain, bahkan cenderung akan berkelompok atau berorganisasi untuk mencapai suatu tujuan bersama. Organisasi dapat diartikan suatu bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama-sama secara efisien dan efektif melalui kegiatan yang telah ditentukan secara sistematis dan didalamnya ada pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas dalam mencapai tujuan tersebut. Sehingga satu-satunya cara dan alat yang digunakan agar tetap bisa saling berhubungan adalah dengan berkomunikasi satu sama lain, karena dengan berkomunikasi kita menciptakan persamaan pengertian, ide, pemikiran, dan sikap tingkah laku kita terhadap orang lain. Jadi komunukan dan komunikator mempunyai kesepakatan tentang pesan dan mencapai suatu pengertian.

Teori

1. Definisi Komunikasi
Secara etimologis, komunikasi dipelajari menurut asal-usul kata, yaitu komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio dan perkataan ini bersumber pada kata comminis yang berarti sama makna mengenai sesuatu hal yang dikomunikasikan.
Secara terminologi, komunikasi berati proses penyampaian suatu pernyatan oleh seseorang kepada orang lain.
Secara paradigmatis, komunikasi berarti pola yang meliputi sejumlah komponen berkolerasi satu sama lain secara fungsional untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Beberapa definisi komunikasi menurut beberapa pakar ahli:
a.   Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa (Laswell)
b.   Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain (Carl I. Hovland).
c.   Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol. (Theoderson dan Thedorson)
d.  Komunikasi adalalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain (Edwin Emery).
e.  Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia (Delton E, Mc Farland).
2. Definisi Komunikasi Organisasi
 a. Komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan  hubungan yang saling bergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau   selalu berubah - ubah. (Arni Muhammad)
 b. Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi didalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. (Wiryanto)
3. Definisi Manajemen
 a. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).
 b. Manajemen adalah proses atau kegiatan yang menjelaskan apa yang dilakukan manajer pada oprasi organisasi mereka: merencankan, mengorganisasikan, memprakarsai, dan mengendalikan operasi. (Robert G. Murdick)
4. Definisi Organisasi
 a. Organisasi adalah suatu cara yang sistematis untuk memadukan bagian-bagian yang saling tergantung menjadi suatu kesatuan yang utuh dimana kemenangan, koordinasi, dan pengawasan dilatih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. (Dimock)
 b. Organisasi dapat diartikan sebagai pengaturan sumber daya dalam suatu kegiatan kerja, dimana tiap-tiap kegiatan telah disusun untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditentukan. Dimana masing-masing anggota yang terlibat didalamnya diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab dikoordinasikan untuk mencapai tujuan organisasi. (Dessler)

Komunikasi dalam organisasi sangatlah penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam organisasi. Sebuah interaksi yang bertujuan untuk menyatukan dan menyingkronkan seluruh aspek kepentingan bersama, interksi disini adalah mutlak meliputi seluruh anggota yang dapat berupa  penyampaian informasi, instruksi tugas atau bahkan pembagian pekerjaan. Dengan adanya komunikasi yang baik, suatu manajemen organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil, sebaliknya  komunikasi  yang  tidak sehat  dapat  menyebabkan  suatu organisasi macet dan tujuan yang ingin dicapai tidak optimal. 

Unsur-unsur Komunikasi
Penegasan tentang unsur-unsur dalam proses komunikasi itu adalah sebagai berikut:
  • Sender : komunikasi yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
  • Encoding: penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
  • Message: pesan yang merupakan seperangkat lambing bermakna yang di sampaikan oleh komunikator.
  • Media : saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
  • Decoding: pengawasandian, yaitu proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambing yang disampaikan oleh komunikaator kepadanya.
  • Receiver: komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
  • Response: tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterima pesan.
  • Feedback: umpan balik, yakni tanggapan komunikasi apabila tersampaikan atau di sampaikan kepada komunikator
  • Noise: gangguan tak terencana dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesaaan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang di sampaikan oleh komunikator kepadanya.
Menurut William G. Scott Yang Mengutip Pendapat Babcock dalam Thoha (1977), ada 5 faktor yang mempengaruhi proses komunikasi:
1. The act (perbuatan)
Perbuatan komunikasi menginginkan pemakaian lambang-lambang yang dapat dimengerti secara baik dan berhubungan-berhubungan yang dilakukan oleh manusia. Pada umumnya lambang-lambang tersebut dinyatakan dengan bahasa.
2. The scene (adegan)
Adegan sebagai salah satu faktor dalam komunikasi ini mekekankan hubungan dengan lingkungan. Adegan adalah sesuatu yang akan dikomunikasikan dengan melalui simbol apa, sesuatu dapat dikomunikasikan.
3. The agent (pelaku)
Individu-individu yang mengambil bagian dalam hubungan komunikasi dinamakan peaku-pelaku komunikasi. Pengirim dan penerima yang terlibat dalam hubungan komunuksi ini, adalah contoh dari pelaku-pelaku komunikasi tersebut.
4. The agency (perantara)
Alat-alat yang dipergunakan dalam komunikasi dapat membangun tewujudnya perantara.
5. The purpose (tujuan)
Menurut grace dalam thoha (1977), ada 3 macam tujuan :
a.  Tujuan fungsional adalah tujuan yang secara pokok bermanfaat untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi/ lembaga.
b.  Tujuan manipulasi adalah tujuan yang dimaksudkan untuk menggerakan orang orang yang mau menerima ide-ide yang disampaikan.
c.  Tujuan keindahaan adalah tujuan untuk mencuptakan tujuan-tujuan ang bersifat kreatif.

Dimensi komunikasi:
1.  Dimensi Isi
Dimensi isi disandi secara verbal dan menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan.
2.  Dimensi Hubungan
Dimensi hubungan disandi secara nonverbal dan menunjukkan bagaimana cara menunjukkan dan mengisyarakatkan bagaimana proses komunikasi antara satu sama lain dan bagaimana seharusnya pesan tersebut disampaikan.
3.  Dimensi Arah
Komunikasi dalam konteks ini dibagi menjadi dua:
a.       komunikasi satu arah, merupakan satu orang yang memberikan informasi kepada orang lainnya tanpa ada timbal balik. Komunikasi satu arah bisa di katakan sebagai komunikasi yang tidak memberi kesempatan kepada pendengar untuk memberikan sanggahan atau tanggapan karena  sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya
b.      komunikasi dua arah, merupakan komunikasi dimana satu orang memberikan informasi ke orang lain, dan orang lain juga memberikan informasi, sehingga terjadi pertukaran informasi diantara keduanya. Dengan alat bantu, komunikasi dua arah dapat dilakukan meskipun tidak bertatapan langsung dan berjarak

3 dampak komunikasi, yaitu:
1.  Memberikan informasi, meningkatkan pengetahuan,menambah wawasan, tujuan ini sering disebut tujuan kognitif.
2.  Menumbuhkan perasaan tertentu, menyampaikan pikiran, ide atau pendapat tujuan ini sering disebut tujuan afektif.
3.  Mengubah sikap, perilku dan perbuatan. Tujuan ini sering disebut tujuan konatif atau psikomotorik.

Peran komunikasi dalam manajemen organisasi
Suatu perusahaan seorang manajer atau atasan haruslah menjadi seorang komunikator yang baik pada saat akan memeberikan perintah, informasi, atau berita baik yang disampaikan secara lisan/tertulis, perintah tersebut dapat diberikan melalui pesawat telepon ataupun dengan jalan mengadakan rapat kepada karyawan atau bawahannya. Seorang manajer/atasan mereka harus berusaha keras tidak saja untuk dipahami melainkan juga untuk memahami.
Miss communication bisa saja terjadi didalam sebuah organisasi akibat proes komunikasi yang tidak berjalan dengan baik, tentu saja dengan komunikasi yang terganggu jalan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan otomastis juga terganggu. Maka dari itu komunikasi harus dijalankan dengan baik oleh semua anggota agar koordinasi dalam sebuah organisasi bejalan lancar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 
 
Contoh kasus
1.   Pada saat upacara bendera hari senin, kepala sekolah selaku pembina upacara menyampaikan pidito didepan seluruh siswa-siswi SMA BAKTI KITA mengenai “Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah”. Tema yang disampaikan kepala sekolah merupakan bentuk keperihatinan karena lingkungan sekolah yang kotor akibat sampah yang berserakan sembarangan akibat ketidak disiplinan siswa-siswi dalam membuang sampah.
2.  Misalnya ayah menelpon ibu untuk memberitau bahwa kabar ayah baik-baik saja selama diluar kota  dan akan pulang kerumah pada pekan depan, lalu ibu juga memberi tau kepada ayah bahwa kabar ibu dirumah juga baik. Kemudian ayah dan ibu menceritakan kegiatannya satu sama lain selama berada ditempat yang terpisah.
3.  Organisasi osis SMA BAKTI KITA ingin mengadakan pensi sebagai hari jadi sekolah, ketua osis dan para anggotanya melakukan rapat sepulang sekolah untuk menentukan tema apa yang akan digunakan saat acara pensi. Ketua osis menyampaikan kepada para anggotanya untuk tidak ragu menyuarkan ide-ide yang mereka miliki, selama rapat berlangsung banyak dari anggota yang menyuarakan ide-ide hingga pada akhirnya dapat diputuskan oleh ketua osis bahwa tema pesnsi tahun ini adalah tentang “wonderland (work hard to realize new dream)”.

Analisa
1.   Dapat dilihat pada contoh kasus diatas tidak terjadi komunikasi timbal balik diantara kepala sekolah dengan seluruh siswa-siswi SMA BAKTI KITA. Kepala sekolah bertindak sebagai komunikator yang menyampaikan sebuah informasi dan seluruh siswa-siswi hanya menjadi komunikan, tapi komunikan disinii tidak memberikan tanggapan apapun tentang apa yang disampaikan oleh kepala sekolah/komunikator.
2.  Contoh kasus diatas merupakan contoh komunikasi dua arah yang tidak bertatap muka secara langsung, melainkan dengan menggunakan media perantara yaitu telpon. Meski komunikasi dua arah pada kasus tidak dilakukan secara langsung, namun komunikasi ini masih tetap disebut komunukasi dua arah karena antara obrolan jarak jauh ayah dan ibu terdapat timbal balik. Dimana ayah sebagai komunikator memberikan informasi kepada ibu bahwa kabarnya baik dan akan pulang pada pekan depan, sebaliknya ibu sebagai komunikan juga memberitahu kepada ayah kabarnya dirumah juga baik.
3.  Dari contoh kasus diatas, bisa dilihat ketua osis sebagai komunikator melakukan komunikasi yang baik dengan para anggota-anggotanya. sehingga dapat dengan mudah untuk menyatukan ide-ide untuk tujuan  bersama. Komunikator dan komunikan harus menjalin komunikasi yang baik, jika diantara keduanya tidak bisammnejalin komunikasi yang baik pati tidk akan mudah untuk organisasi mencapai sebuah tujuan.

Referensi
Djhahir, Yulia., Dewi Pratia. (2015). Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Deepublish.
Manopo, olgatha. (2014). Peran Komunikasi Organisasi Dalam Membentuk Efektivitas Kerja Karyawan Cv.Magnum Sign And Print Advertising Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi.
Mulyadi., et al. (2006). Pend Lingk & Budaya Jkt SD 4. Jakarta: Grasindo. 
Suprapto,Tommy. (2009). Pengantar Teori Dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: Medpress.
Tim Study Center. (2015). Sukses UN SMP/MTs 2016 (Gratis Buku Super Lengkap Pelajaran 6 In 1 SMP/MTs Kelas 7, 8, & 9): Teruji dan Terbukti Membantu Siswa Meraih UN Tertinggi. Jakarta: Bintang Wahyu.
Wiryanto. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo.


Nama    : Marlinda Diah Nur’aini
Kelas     : 3PA19
Npm      : 16514418

Senin, 3 Oktober 2016 (3.55 a.m)